Pemkab Basel Fokus Benahi Pengelolaan Arsip

Toboali - Arsip merupakan bukti autentik dan informasi serta suatu pelaksanaan kegiatan kedinasan yang memiliki nilai tanggungjawab. Pentingnya arsip dalam pengembangan tugas di era globalisasi dan transparansi ini sesuai dengan undang – undang nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan.

Demikian seperti yang diungkapkan Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Eddy Supriyadi, Rabu (12/4/2017).

Ia menyampaikan bahwa saat ini fokus program pembinaan kearsipan kepada sejumlah SKPD. Program tersebut terdiri atas dua hal, yang pertama, penyelamatan dan pelestarian arsip daerah dan yang kedua pemeliharaan berkala sarana dan prasarana kearsipan.

Menurutnya, volume arsip di Kearsipan Daerah Kabupaten Basel banyak yang belum tertangani. Jadi agenda penyelamatan arsip dan pemeliharaan prasarana menjadi prioritas kerja. Eddy berharap dengan pembinaan kearsipan, program ini dapat terlaksana dengan lancar. Salah satu tujuanya adalah menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah dan menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Oleh karena itu, seluruh jajaran SKPD yang menyimpan arsip bernilai sejarah agar menyerahkan ke Kantor Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi Kabupaten Basel supaya dilestarikan. Pengelolaan arsip dilakukan terhadap arsip dinamis dan arsip statis. Pengelolaan arsip dinamis meliputi arsip vital, arsip aktif dan arsip inaktif. Pengelolaan arsip dinamis menjadi tanggung jawab pencipta arsip, dalam hal ini adalah SKPD. Sedangkan pengelolaan arsip statis menjadi tanggung jawab lembaga kearsipan daerah, dalam hal ini Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi, ”jelasnya.

Eddy menambahkan dalam pengelolaan kearsipan yang baik dan benar setiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) berkewajiban mengembangkan kwantitas dan kwalitas sumber daya manusia kearsipan dan berkwajiban melakukan manajemen Kearsipan, sekaligus wajib menunjuk satu Staf khusus sebagai staf pengelola Kearsipan.  

“Sekali lagi kearsipan ini mengacu pada Undang-Undang No. 43 tahun 2009 dengan harapan agar tahu sekaligus mengetahui betapa pentingnya masalah arsip yang selama ini dibanyak kalangan dianggap tidak prioritas, padahal disemua kegiatan sudah barang tentu memerlukan arsip dan menghasilkan arsip dengan segala dampak hukumnya,” tukas Eddy.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo