Masyarakat & Pelaku Usaha Harus Dilibatkan

Toboali - Event Toboali City On Fire (TCoF) Jilid II yang bakal dilaksanakan pada bulan Juli 2017 agar melibatkan masyarakat dan pelaku usaha kecil menengah. Karena, event itu merupakan salah satu event nasional dan anggarannya pun cukup besar yang dianggarkan melalui APBD Bangka Selatan (Basel). Hal ini disampaikan Ketua DPRD Bangka Selatan, H Spioni.

"Anggaran untuk kegiatan TCoF jilid II dari APBD Basel, anggarannya itu Rp 1 miliar, kita minta masyarakat dan pelaku usaha dilibatkan dalam kegiatan tersebut sehingga ekonomi pedagang-pedagang kecil hidup," ujar Spioni.

Namun disamping itu, pihaknya juga mengingatkan dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten setempat agar menggunakan anggaran kegiatan TCoF itu sehemat mungkin dan efisien sesuai dengan peruntukannya.

"Kegiatan Tcof ini selain untuk mempromosikan wisata Basel, juga memberikan hiburan ke masyarakat dan pendapatan ke pelaku usaha kecil yang menjualkan makanan kuliner. Kita mendukung kegiatan tersebut karena tujuannya untuk mempromosikan wisata daerah," jelas Spioni.

Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Basel, Toni Pratama saat dikonfirmasi terkait persiapan kegiatan Tcof Jilid II, pihaknya menyampaikan bahwa saat ini lagi persiapan untuk pembentukan panitia. Selain itu, dalam waktu dekat Disparpora Basel paparan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) terkait pelaksanaan kegiatan Tcof jilid II serta launching di Kementerian Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Ini kita sedang persiapan untuk pembentukan panitia, paparan di Provinsi Babel dan lounchingnya kegiatan Tcof di Kemenpora RI. Kita minta jadwal luunchingnya itu bulan April ini, tapi masih disesuaikan dengan agenda pusat," kata Toni.

Menurut Toni, perbedaan antara TCoF Jilid I dan II ini adalah pada temanya. Karena di Jilid II ini tema yang diangkat tentang kebangsaan yang tampilannya nanti terdapat berbagai macam kebudayaan di Kabupaten Basel. "Salah satu itemnya itu adalah penampilan tari klosal. Kita minta provinsi dan pusat untuk memfasilitasinya itu, termasuk juga bantuan anggaran," jelas Toni menambahkan untuk kegiatan atraksi sepeda BMX diganti dengan festival barongsai, sedangkan untuk karnaval tetap dilaksanakan yang temanya ragam etnik.

"Kegiatan TCoF Jilid II dilaksanakan pada tanggal 27 sampai 31 Juli 2017. Kegiatan ini sudah masuk agenda nasional, karenanya itu lounchingnya selain di Provinsi, juga di pusat, nanti sebelum lounching kita minggu depan paparan di provinsi. Kita minta bantuan dari provinsi dan pusat agar kegiatan ini lebih meriah," tuturnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo