Ekawati Imbau Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan

Toboali - Ketua TP PKK Basel Ekawati, Justiar Noer dalam kunjungan kerjanya ke Desa Tukak Kecamatan Tukak Sadai, menyelusuri sungai air Banten. Dia mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh warga masyarakat agar tetap menjaga dan melestarikan hutan, sebab hutan adalah paru-paru bumi yang harus selalu dijaga kelestariannya sebagai sumber kehidupan.

“Mari kita jaga paru – paru dunia ini, khusus kepada masyarakat Bangka Selatan. Saya minta agar tetap memegang teguh rambu-rambu yang ada terutama dalam pelestarian hutan.  Kalau masyarakat tidak berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah itu, maka ke depan kerusakan yang ditimbulkan akan dirasakan masyarakat itu sendiri. Untuk itu, masyarakat harus menjaga kelestarian hutan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Lulusan Teknik Penyehatan ITB yang dikenal dekat dengan rakyat itu merasa prihatin  ketika melihat sampah-sampah yang masih berserakan ditemui dipantai. Ditegaskan Ekawati, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tentunya tidak hanya bisa berdiam diri saja, perlu ada langkah pasti dan mengupayakan supaya masalah – masalah yang ada bisa diselesaikan sesegera mungkin, terutama masalah sampah.

“Sampah dipantainya masih banyak. Ini kalau tidak cepat diantisipasi akan berdampak sekali pada wisatawan yang berkunjung kesini dan hal ini akan berdampak langsung menurunnya kunjungan wisatawan karena perairannya kotor. Oleh karna itu tidak henti – henti saya himbau untuk tidak buang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya yang sudah disediakan untuk pengelolaan sampahnya,” keluhnya.

Ekawati berharap, keseriusan pihak terkait untuk penanganan persoalan tersebut dan kepada pengunjung maupun warga harus diberi kesadaran bagaimana memelihara lingkungan yang baik termasuk di kawasan hutan, pantai dan laut. "Saya berharap kepada semua masyarakat dan semua pengunjung yang datang untuk ikut peduli pada kesehatan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik di area wisata di sepanjang pantai,” tukasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo