Desa Kepoh Berpotensi Dikembangkan Wisata Hutan Mangrove

Toboali – Desa Kepoh Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata hutan mangrove dan wisata mancing. Desa seluas 114,75 kilometer ini terdapat kawasan hutan mangrove yang luasnya mencapai ratusan hektar. Jika menaiki perahu, alur sungai yang dikelilingi hutan mangrove diperkirakan sepanjang 4-5 kilometer. Selain terdapat hutan mangrove, Desa Kepoh juga kaya akan potensi perikanan seperti udang super, ikan kakap merah dan putih, kepiting serta kerang.

Kades Kepoh, Udayasa mengatakan pada musim barat laut, kawasan mangrove ini juga menjadi tempat lebah bersarang dan menghasilkan madu. Panennya pun tak tanggung tanggung masyarakat desa bisa menghasilkan madu ratusan liter perorang. Madu manis tersebut dijual seharga Rp 80 ribu per botolnya. “Alhamdulillah, Desa kita punya sumber daya alam yang luar biasa, hutan mangrove kita luasnya ratusan hektar, kalau dari pelabuhan bisa memutar alur sungai menggunakan perahu mengelilingi hutan mangrove bisa mencapai 4 – 5 kilometer panjangnya, kawasan ini berpotensi dikembangkan jadi kawasan wisata hutan mangrove, kita juga surganya para pemancing toman, setiap minggu pasti selalu ada para pemancing dari Pangkalpinang yang mancing ikan Toman di sini, kawasan hutan mangrove juga berpotensi ikannya, ada kakap putih, merah serta ikan lainnya” imbuhnya, Minggu (16/4/2017).

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Pariwasata dan Olahraga dapat mewujudkan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata. “Pemkab Basel menjadikan wisata sebagai sektor unggulan, harapan kita tentunya, potensi hutan mangrove dan perikananya dapat diwujudkan menjadi kawasan wisata, kawasan laut kita kaya akan udang super, nelayan bisa menghasilkan 5 kilogram hingga belasan kilogram, begitu juga dengan ikannya, cukup berpotensi” pungkasnya. (tim)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo