Desa Gadung Jadikan Sampah Penguatan Ekonomi

Toboali - Kades Gadung, Ahmad Basahir mengajak setiap individu agar meningkatkan kesadaran dan kepedulian menjaga kelestarian lingkungan hidup, dengan menjadikan sampah sebagai alternatif penguatan kemampuan dan ketahanan ekonomi masyarakat khususnya Desa Gadung.

“Jadi masyarakat harus kita sadarkan, sampah memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, jangan lagi melihat sampah sebagai benda yang tidak berguna. Sebab, jika itu bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, tentunya hal ini bisa menjamin penguatan ekonomi masyarakat,” ungkap Basahir.

Terkait operasional Bank Sampah Gadung Maju (BSGM) di Kecamatan Toboali, Basahir menilai, hal itu sebagai langkah inovatif dan cerdas. Selain dianggap efektif dalam membantu upaya pemerintah dalam menanggulangi persoalan pencemaran lingkungan, keberadaan bank sampah diharapkan menjadi sarana potensial peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan ada bank sampah, tentunya diharapkanya pola pikir masyarakat terhadap sampah akan berobah. Artinya, masyarakat tidak hanya diajarkan untuk tidak lagi membakar atau membuang sampah, baik itu organik atau pun anorganik, secara sembarangan, melainkan menjadikannya sebagai alternatif menambah penghasilan.

“Bank sampah Gadung Maju ini diharapkan dapat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk memilah sampah, mengelola sampah, memanfaatkan sampah dan mendaur ulang sampah,” terangnya.

Basahir menambahkan pembentukan bank sampah di Desa Gadung sebenarnya keinginan memberdayakan potensi dan mewadahi kreativitas para ibu-ibu. Makanya belum lama ini perangkat Desanya melakukan studi banding belajar pengolaan sampah pada Pemkot Malang, terlebih Desa Gadung
yang memiliki Motto “ Bersama Kita Maju “ dengan visi misi mewujudkan Desa Gadung menjadi Desa yang maju, mandiri, beribawa, berwawasan lingkungan dan bebas sampah dan jentik serta berdaya saing saat ini memiliki Bank Sampah yang merupakan bentuk solusi dalam mengatasi permasalahan sampah di lingkungan masyarakat.

“Alhamdullilah, sejak bank sampah diresmikan pada 6 Maret 2016 lalu, sampah yang dihasilkan warga cenderung meningkat. Hal itu tak lepas dari menggeliatnya aktivitas ekonomi, terutama di siang hari. Kepedulian warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengatur pengelolaan sampah ini masih harus terus ditingkatkan,” tukasnya. (tim)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo