1020 Hektare Lahan untuk Tanaman Jagung

Toboali -  Tahun ini ditargetkan sekitar 1020 hektar lahan yang akan digunakan sebagai lahan pertanian jagung. Hal tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dalam menargetkan akan swasembada tanaman pangan.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Peternakan Pangan dan Perikanan, Kabupaten Bangka Selatan, Suhardi kepada tim redaksi, Senin (17/4/2017).

“Masih dalam tahap penyiapan kegiatan penanaman jagung integrasi dengan tanaman perkebunan kurang lebih 1020 hektare,” lanjut dia.
 

Penanaman jagung, kata dia, sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus kedaulatan dan ketahanan pangan daerah dan secara nasional. “Sedangkan lokasi daerah yang akan diidentifikasi penanaman jagung integrasi ini ada dibeberapa kelompok pertanian yang tersebar dibeberapa kecamatan seperti Airgeas, Pulau Besar dan Kecamatan Payung,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ada juga uji coba padi dengan sistem penanamann jajar legowo untuk 700 hektare, perikanan pendataan nelayan oleh Propinsi Babel untuk pengajuan sertifikasi lahan dan prasertifikasi lahan petani yang masih dalam tahap sosilaisi. Untuk tanaman jagung pemerintah saat ini lebih menjadi pilihan sebagi budidaya petani.  

“Kita memberikan dorongan supaya masa panen padi lalu menunggu musim tanam. Nah lalu berikutnya bisa diikuti penanaman jagung. Oleh karena itu nanti kita sudah harus mendapat datanya untuk bisa dihitung berapa kekuatan untuk persiapan benih dan pupuknya,” pungkasnya. (tim)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Tim
Editor: 
Neneng Nurlela | Edo Lebiro
Bidang Informasi: 
Kominfo